JawaPos.com – Sebut saja Bunga, bocah 14 tahun asal Kecamatan Warungkiara itu terpaksa berhenti sekolah karena malu. Awalnya, Bunga kenal dengan pelaku saat di perjalanan pulang sekolah. “Pas suatu hari, saat di perjalanan mengantar saya pulang, kendaraan yang dia kemudikan berhenti di kebun sawit. Berbeda dengan Bunga, orang tua Bunga, MYM (60) mengaku tidak terima atas perlakuan D terhadap anak bungsunya itu. Namun, bukannya menerima dan bertanggung jawab, keluarga pelaku malah terkesan menantang dengan mempersilakan untuk membuktikan di proses hukum.
Source: Jawa Pos February 21, 2017 06:17 UTC