JawaPos.com – Penyidik Polda Metro Jaya mengungkap modus pembobolan Bank DKI berawal dari penarikan uang di mesin ATM Bersama. Pelaku mengambil uang tapi saldo rekening pelaku hanya berkurang Rp 4.000. Kemudian yang terpotong dalam rekeningnya itu Rp 4.000,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (27/11). Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan mengatakan awal pembobolan Bank DKI berawal dari ketidaksengajaan. Salah satu pelaku bahkan membuat rekening Bank DKI atas nama rekannya, yang kemudian juga digunakan untuk membobol rekening Bank DKI.
Source: Jawa Pos November 27, 2019 16:07 UTC