© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO fotoTEMPO.CO, Jakarta - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisaksi Trubus Rahadiansyah menduga pemerintah enggan mengubah standar garis kemiskinan yang direkomendasikan Bank Dunia karena masalah citra negara. Sebab, menurut dia, pemerintah akan malu jika angka kemiskinan di negaranya tinggi. Hal ini dapat dilakukan, misalnya, dengan menggunakan garis kemiskinan internasional sebesar US$ 3,2 per hari, alih-alih garis kemiskinan US$ 1,9 per hari yang saat ini digunakan. Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai standar garis kemiskinan Indonesia tidak harus mengikuti standar Bank Dunia. "Sesuai yang disampaikan Ibu Menkeu, kita masih menganut (garis kemiskinan) di angka hampir US$ 2 (per hari).
Source: Koran Tempo May 15, 2023 13:59 UTC