Untuk diketahui, tujuh orang pemuda Papua tersebut dijerat atas dugaan makar dalam aksi demonstrasi anti rasisme pada Agustus 2019 lalu. Menurut Bamsoet, MPR RI terus terlibat membantu menyuarakan keadilan sosial terhadap Papua agar tak mendapatkan diskriminasi hukum. Ia menegaskan bahwa menyuarakan keadilan tak sama dengan makar. Namun karena tidak dikelola dengan baik, insiden tersebut malah memicu timbulnya konflik yang berujung pada kasus tindakan ujaran rasisme terhadap mahasiswa Papua. Lebih lanjut, Bamsoet menambahkan, dari berbagai aksi kekerasan dan kerusuhan yang terjadi di Papua, pihak yang paling menderita adalah rakyat.
Source: Jawa Pos June 13, 2020 11:00 UTC