IklanTEMPO.CO, Jakarta - Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang konstruksi atau dikenal BUMN Karya disebut banyak terjerat utang. Pengamat BUMN Toto Pranoto mengatakan BUMN Karya menjalankan bisnis komersial sekaligus melakukan pekerjaan penugasan pemerintah atau PSO. Hal tersebut, menurut dia, membuat struktur utang menumpuk sementara divestasi proyek yang sudah selesai juga sebagian terhambat. Selain itu, dia menilai bisa juga duduk bersama kreditur untuk meminta langkah restrukturisasi utang yang bersifat win win bagi kedua belah pihak. "Atau membawa lembaga investasi seperti PT LPI atau INA masuk untuk membeli beberapa investasi yang sudah diselesaikan BUMN Karya," beber Toto.
Source: Koran Tempo May 28, 2023 21:50 UTC