REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2026 meningkat dalam kisaran 4,9–5,7 persen, ditopang kenaikan permintaan domestik. Menurut Perry, investasi juga diprakirakan tumbuh lebih tinggi, ditopang berlanjutnya program prioritas pemerintah, termasuk hilirisasi sumber daya alam (SDA), sehingga diharapkan semakin meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian. Adapun pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 diprakirakan lebih tinggi, ditopang kenaikan permintaan domestik sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi dan peningkatan stimulus fiskal. Pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 diprakirakan sedikit lebih rendah, yakni sebesar 3,2 persen, dibandingkan capaian 2025 sebesar 3,3 persen. Perkembangan tersebut mengakibatkan tertahannya aliran modal ke negara-negara emerging market serta mendorong penguatan indeks mata uang dolar AS (DXY) terhadap mata uang negara maju.
Source: Republika January 21, 2026 13:30 UTC