REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ekonomi global melambat pada 2026 di tengah meningkatnya ketidakpastian. “Pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diperkirakan sedikit lebih rendah menjadi 3,2 persen dibandingkan 2025 sebesar 3,3 persen,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI Januari 2026, Rabu (21/1/2026). Kondisi tersebut menahan aliran modal ke negara berkembang dan mendorong penguatan indeks dolar AS, sehingga membutuhkan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan domestik. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 diperkirakan lebih tinggi, ditopang kenaikan permintaan domestik seiring membaiknya keyakinan pelaku ekonomi dan stimulus fiskal. Ia menekankan efektivitas stimulus fiskal perlu diperkuat untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja.
Source: Republika January 21, 2026 12:41 UTC