Satgas idak dapat mengungkap satupun aktor yang bertanggung jawab kasus Novel. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amnesty Internasional Indonesia menyebut satuan tugas (satgas) kasus Novel tidak bekerja efektif hingga masa kerja mereka berakhir pada Ahad (7/7) lalu. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengungkapkan enam bulan sudah Satgas menghabiskan masa kerjanya sejak 8 Januari 2019 namun tidak ada kemajuannya. Padahal ada kepentingan publik yang sangat luas untuk mengungkap kasus penyerangan Novel. "Ini semakin menguatkan dugaan adanya keterlibatan elite atas penyerangan Novel," ucap dia.
Source: Republika July 08, 2019 17:38 UTC