Kamis, 28 Januari 2021 | 12:47 WIBOleh : Stefy Thenu / JEMSemarang, Beritasatu.com - Alokasi pupuk untuk Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meningkat dari 18,48 persen pada 2020 menjadi 23,46 persen pada tahun ini. Kepala Seksi Pupuk dan Pembiayaan pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Asil Tri Yuniati, mengatakan, bantuan tersebut setara dengan 1.985.665 ton yang terdiri dari 767.411 ton pupuk urea, 106.648 ton pupuk SP36, 161.106 ton pupuk ZA, 428,335 ton pupuk NPK, 149.190 ton pupuk organik granul, dan 372.975 ton jenis pupuk organik cair. SP-36 dari semula Rp 2.000 menjadi Rp 2.400, ZA dari Rp 1.400 menjadi Rp 1.700, pupuk organik dari Rp 500 menjadi Rp 800. BACA JUGA DPR: Kenaikan HET Pupuk Berpotensi Menimbulkan Krisis PanganMeski demikian, masih terdapat kendala pendistribusian pupuk bersubsidi seperti penggunaan Kartu Tani di Provinsi Jawa Tengah yang masih minim. Padahal, sosialisasi terkait Kartu Tani ke petani sudah maksimal dan alokasi yang ditetapkan sesuai usulan RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok).
Source: Suara Pembaruan January 28, 2021 06:03 UTC