TEMPO.CO, Jakarta - Di masa pandemi COVID-19, gangguan kecemasan juga bisa disebabkan media sosial. Media sosial bisa menjadi pemicu kecemasan karena menjadi informasi yang dibaca seseorang ternyata hoaks atau tidak benar. "Informasi soal COVID-19 sering disajikan dengan cara kurang tepat atau bertujuan menakut-nakuti dan kontennya tidak diverifikasi terlebih dulu sehingga membingungkan pembaca. Dia mengakui informasi COVID-19 sangat dinamis karena tergolong penyakit baru dan para pakar kesehatan, termasuk di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masih mempelajarinya. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.
Source: Koran Tempo November 09, 2020 02:26 UTC