Namun, banjir yang terus berulang bukanlah semata akibat alam, melainkan cermin dari kegagalan tata kelola ruang, lemahnya koordinasi antardaerah, serta setengah hati dalam mengeksekusi kebijakan pengendalian banjir. Karena itu, penanganan banjir yang terfragmentasi, yakni Jakarta berjalan sendiri, Bekasi dan Tangerang dengan agenda masing-masing, hanya akan melanggengkan masalah. Ironisnya, setiap kali banjir datang, energi lebih banyak dihabiskan untuk saling menyalahkan ketimbang duduk bersama mencari solusi menyeluruh. Baca juga : Perlu Regulasi Larang MudikPadahal, peta jalan pengendalian banjir sudah berulang kali dibicarakan. Menyalahkan alam hanya akan membuat kita berjalan di tempat.
Source: Media Indonesia January 23, 2026 22:03 UTC