REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Gerakan Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Ustadz Bachtiar Natsir (UBN) mengatakan, ada yang sengaja mengganggu komunikasi ulama dengan Presiden Joko Widodo. Hal itu, kata dia, terlihat dari beberapa kali pencoretan namanya dalam agenda pertemuan Presiden dengan ulama. "Seandainya ada dialog di antara kita dalam 411, mungkin tidak ada aksi 212," ujar UBN mengutip perkataan presiden saat pertemuan di Istana Negara Ahad lalu, (25/6). UBN juga menjelaskan, Presiden menunjuk langsung Menkopolhukam untuk menyampaikan aspirasi ulama termasuk GNPF MUI untuk melanjutkan dialog langsung pada presiden RI. Penunjukan tersebut langsung dilakukan presiden saat pertemuan tersebut berlangsung.
Source: Republika June 27, 2017 06:56 UTC