New York, Beritasatu.com- Pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump secara resmi telah memberitahukan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bahwa negara itu mundur dari kesepakatan iklim Paris tahun 2015. AS, sebagai salah satu sumber terbesar dunia untuk emisi gas rumah kaca, akan menjadi satu-satunya negara yang meninggalkan pakta tersebut. Pompeo membesar-besarkan pemotongan polusi karbon oleh AS, serta menyebut kesepakatan Paris sebagai “beban ekonomi yang tidak adil” bagi ekonomi AS. Hampir 200 negara menandatangani kesepakatan iklim dengan setiap negara memberikan targetnya masing-masing untuk mengekang emisi gas yang membawa kepada perubahan iklim. Pemerintahan AS di bawah mantan presiden Barack Obama menandatangani kesepakatan Paris, dengan menjanjikan 26-28 persen pemotongan emisi gas rumah kaca di AS pada 2030 dari tingkat emisi tahun 2005.
Source: Suara Pembaruan November 05, 2019 04:41 UTC