REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam Kuba agar segera membuat kesepakatan dengan Washington. Ancaman tersebut dilayangkan tak lama setelah AS menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya. Dia kemudian menyinggung tentang tentara Kuba yang tewas ketika AS menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026 lalu. Kuba tidak melakukan agresi; Kuba telah diincar oleh Amerika Serikat selama 66 tahun, dan Kuba tidak mengancam; Kuba bersiap, siap membela Tanah Air hingga tetes darah terakhir," tulis Diaz-Canel di akun X resminya. Setidaknya sejak tahun 2000, Kuba semakin bergantung pada minyak Venezuela yang disediakan sebagai bagian dari kesepakatan yang dibuat dengan pendahulu Nicolas Maduro, Hugo Chavez.
Source: Republika January 12, 2026 02:04 UTC