REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Ajakan Amerika Serikat (AS) agar Suku Kurdi di Irak ikut berperang melawan pemerintahan Republik Islam Iran berakhir buntu. Faksi Kurdi di Irak menilai keterlibatan mereka, kalau pun ada, dalam konflik tersebut justru akan menimbulkan masalah besar di Timur Tengah. Pemimpin Kurdi Irak, Bafel Talabani, menegaskan kelompoknya tidak ingin terlibat dalam rencana militer AS bersama Zionis Israel terhadap Iran. Talabani mengakui adanya komunikasi antara dirinya dan Presiden AS Donald Trump terkait kemungkinan pengerahan milisi Kurdi ke wilayah Iran. Menurut Talabani, persepsi Iran terhadap komunikasi tersebut sempat memicu tindakan pencegahan dari militer Iran, termasuk pengeboman sejumlah titik di wilayah perbatasan Irak yang dihuni kelompok minoritas Kurdi.
Source: Republika March 08, 2026 01:30 UTC