REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Kompleksitas di wilayah udara Iran semakin meningkat seiring dengan berlanjutnya konfrontasi teknis antara pertahanan Iran dan pesawat Amerika dan Israel. Situasi ini menonjol sebagai paradoks militer, karena meskipun pesawat Amerika dan Israel memiliki keunggulan teknologi, pertahanan Iran tetap mampu mencegah pencapaian kendali mutlak di udara. Dilansir Aljazeera, Sabtu (7/3/2026), dalam konteks ini, pakar militer Kolonel Nidal Abu Zeid menjelaskan pertahanan Iran mengandalkan sistem seperti "Khardad" dan "Bavar". Pimpinan militer AS tidak mengumumkan pesawat tempurnya ditembak jatuh oleh pertahanan Iran, tetapi pada Senin lalu mengakui tiga pesawat AS jatuh di atas Kuwait akibat tembakan dari pihak sendiri. Hal ini mengingatkan kita akan batas-batas keunggulan teknologi dalam konteks pertahanan anti-udara.
Source: Republika March 08, 2026 00:55 UTC