TEMPO.CO, Jakarta - Robot penjelajah pertama yang mengunjungi sisi jauh Bulan, Yutu-2 dari Cina, menemukan perbedaan besar yang didapati di sana dibandingkan sisi dekat Bulan dari Bumi. Meski telah ada sejumlah misi eksplorasi ke Bulan, oleh robot maupun misi berawak, sisi jauh Bulan masih belum terkuak karena sulitnya berkomunikasi dengan Bumi dari sisi itu. Mereka menemukan Yutu-2 tidak selip dan tergelincir sesering yang diperkirakan sebelumnya terjadi pada sisi dekat Bulan. Itu dianggap adanya indikasi permukaan sisi Bulan itu relatif rata dibandingkan sisinya yang dekat Bumi. Dua tahun pertama misi Robot Yutu-2 juga menemukan material gelap kehijauan yang berkilau di dasar satu kawah, mirip material berkaca yang ditemukan dalam sampel yang dibawa pulang misi Apollo.
Source: Koran Tempo January 25, 2022 03:41 UTC