REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menduga ada konspirasi menggagalkan PBB ikut pemilu legislatif 2019. Yusril mengungkapkan, pihaknya mengetahui KPU Papua telah mengumumkan kepada publik bahwa PBB di sana memenuhi syarat pada 11 Februari. Namun, pada 14 Februari, tanpa diketahui PBB Papua, KPU Papua mengubah status PBB menjadi tidak lolos dan hasil verifikasi itulah yang dilaporkan ke KPU Pusat. Itu mungkin sebabnya kehadiran PBB tidak disenangi oleh kelompok sekular dan kiri anti-Islam," ujar Yusril menambahkan. Yusril mengatakan, PBB akan mempercepat pengajuan sengketa ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Senin (19/2).
Source: Republika February 18, 2018 22:03 UTC