Menurut dia, banyak orang tua di Tanjungpinang yang tidak puas dengan minimnya pendidikan agama yang diajarkan di sekolah-sekolah umum. Atas dukungan berbagai pihak, kami akhirnya berhasil mendirikan SDIT Tunas Ilmu Tanjungpinang pada 2016," ujar Sukri, sapaan Sukriono, kepada Republika, Senin (8/5). Mengawali program pendidikannya, SDIT Tunas Ilmu Tanjungpinang mulai membuka kelas pertamanya pada tahun ajaran 2016/2017. "Pembatasan jumlah siswa ini sengaja kami buat untuk menjaga efektivitas pendidikan di sekolah ini. Selain mengajarkan agama Islam secara porporsional, SDIT Tunas Ilmu Tanjungpinang juga membekali para siswanya dengan mata pelajaran umum layaknya sekolah-sekolah formal lainnya.
Source: Republika May 13, 2017 12:11 UTC