bontangpost.id – Cuaca panas ekstrem terus dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Kaltim. Walau demikian, cuaca panas disebut tidak akan berdampak pada kekeringan ataupun kebakaran hutan. Disebabkan anomali dinamika atmosfer yang mengakibatkan aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas. Sedangkan dari sisi geografis, wilayah Indonesia berada di sekitar wilayah ekuatorial, sehingga memiliki karakteristik dinamika atmosfer yang berbeda dengan wilayah lintang menengah-tinggi. Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum saat ini belum melampaui kondisi pada 16 Mei 2021.
Source: Jawa Pos April 28, 2023 09:52 UTC