Wartawan Myanmar Frustrasi Tak Ada Kebebasan Pers - News Summed Up

Wartawan Myanmar Frustrasi Tak Ada Kebebasan Pers


ReutersTEMPO.CO, Jakarta - Wartawan Myanmar menyebut pemerintah negara itu telah gagal mempertahankan kebebasan pers meskipun telah terjadi pemerintahan transisi dari militer ke pemerintahan terpilih. Jajak pendapat dilakukan oleh para aktivis yang tergabung dalam kebebasan berekspresi Myanmar dan lembaga-lembaga mitranya dengan mewawancarai sekitar 200 wartawan Myanmar. Jajak pendapat yang dilakukan pada periode Januari-April 2018 tersebut menemukan kebebasan pers saat ini semakin terkekang dibanding tahun lalu. “Wartawan telah frustrasi oleh kegagalan pemerintahan menerapkan komitmen manifesto pemilu untuk menaikkan kebebasan pers,” demikian bunyi jajak pendapat World Press Freedom, seperti dikutip dari Reuters.com, Jumat, 4 Mei 2018. Kebebasan pers di Myanmar menjadi sorotan setelah dua wartawan Reuters pada 12 Desember 2017 ditahan kepolisian Myanmar dan divonis 14 tahun penjara dengan tuduhan telah melanggar peraturan.


Source: Koran Tempo May 04, 2018 06:11 UTC



Loading...
Loading...
  

Loading...

                           
/* -------------------------- overlay advertisemnt -------------------------- */