Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti saat dihubungi di Jakarta, Sabtu, menilai wacana pelebaran defisit APBN di atas 3 persen berpotensi menjadi realistis, terutama jika berbagai asumsi makroekonomi yang digunakan dalam penyusunan APBN tidak tercapai. Meski demikian, ia mengingatkan pelebaran defisit berpotensi meningkatkan kebutuhan pembiayaan melalui utang baru. Jadi, lebih diutamakan pengelolaan anggaran APBN yang bijak agar punya dampak ekonomi yang positif,” katanya. Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menjelaskan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi mendorong defisit APBN melewati batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meski demikian, Esther menilai pemerintah masih dapat mengantisipasi kondisi tersebut dengan sejumlah strategi untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Source: Republika March 15, 2026 03:09 UTC