Abu Sulaiman Abdurrahman dikenal sebagai pencetus pertama pengetahuan ma’rifah. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Abu Sulaiman Abdurrahman bin Ahmad bin Athiyah al-Insi ad-Darani (wafat 215 H/830 M) dikenal sebagai ulama yang paling awal berbicara tentang tasawuf sebagai disiplin tersendiri. Ia juga dikenal sebagai pencetus pertama pengetahuan ma’rifah. Pengalaman ad-Darani di Irak disebut sebagai pengalaman praktik aksetisme, sementara di Syam disebut sebagai pengalaman ma’rifah, yakni pengalaman “tersingkapnya Pintu-pintu dan Manifestasi Ilahi” (al-futuhatur Rabbaniyah wat tajalliyyatul Ilahiyah). Tentang pengalaman ini, menurut Kiai Said, putranya ad-Darani yang bernama Sulaiman meriwayatkan satu ucapan ayahnya, “Di Irak saya menekuni ibadah (amal saleh); sedangkan di negeri Syam saya mendapatkan limpahan ma’rifah (‘Arif)”.
Source: Republika February 25, 2021 12:33 UTC