Jakarta, Beritasatu.com – Uji klinis Povidone-Iodine (PVP-I) dan Iota-Carrageenan (IO) pada pasien Covid-19 di Wisma Atlet Jakarta menujukkan bahwa kelompok pasien yang mendapat pengobatan standar dari pemerintah disertai obat kumur yang mengandung Povidone-Iodine (PVP-I) dan Iota-Carrageenan (IO) mengalami pengurangan gejala subyektif klinis seperti demam, sakit tenggorok, batuk kering, dan gangguan pengecapan sejak hari kedua penggunaan obat-obatan tersebut dibandingkan kelompok pasien yang hanya mendapatkan obat standar dari pemerintah. “Uji klinis ini dilakukan dengan harapan dapat membuktikan manfaat PVP-I dan IO dalam mengurangi gejala klinis subyektif yang berhubungan dengan infeksi SARS-CoV-2,” kata kata Guru Besar Ilmu Penyakit Mulut, Universitas Trisakti, Rahmi Amtha dalam webinar bertajuk “Uji Klinis Povidone-Iodine dan Iota-Carrageenan pada Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet" belum lama ini seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya Jumat (22/7/2022). Rahmi Amtha menambahkan, lima gejala yang paling sering dikeluhkan baik pasien kelompok A atau B adalah anosmia, batuk kering, batuk berdahak, demam dan sakit kepala adalahSetelah 8 hari, gejala pasien kelompok A mulai menurun pada hari ke-2 hingga ke-14 dengan tingkat penurunan 91,88%. Sedangkan pada kelompok B, gejala pada pasien menurun pada hari ke-8 sebesar 48,87%. "Hasil uji klinis juga menunjukkan bahwa pasien pada kelompok A rata-rata dalam waktu 5-6 hari sudah dinyatakan negatif," kata dia.
Source: Suara Pembaruan July 22, 2022 02:05 UTC