REPUBLIKA.CO.ID, TIMOR LESTE -- Mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta menyatakan Presiden terpilih Francisco Guterres akan kembali mendorong perlunya perubahan batas laut antara negara itu dengan Australia. Menurut Ramos-Horta, hubungan Timor Leste dengan Australia terlalu penting untuk berubah secara dramatis. Namun, katanya, Guterres, yang juga dikenal sebagai "Lu-Olo", akan memperbarui desakan negaranya untuk batas laut di pertengahan antara Timor Leste dan Australia. Australia dan Timor Leste saat ini sedang menegosiasikan ulang batas laut mereka, karena perjanjian sebelumnya dibatalkan setelah terungkap bahwa agen mata-mata Australia menyadap kantor pemerintahan Timor Lesta selama perundingan. "Australia adalah negara terdekat [ke Timor Leste], masuk akal bagi kami untuk terlibat dengan Australia terkait keamanan energi dengan bersama-sama mengambil manfaat dari eksplorasi, komersialisasi sumber daya di Laut Timor bersama," katanya.
Source: Republika May 11, 2017 21:22 UTC