(MI/Ramdani)Gig Economy menjadi salah satu andalan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi minimal 5,4% pada 2026. Fenomena gig economy, yakni sistem kerja fleksibel berbasis platform digital memang kini menjadi tumpuan hidup bagi jutaan masyarakat. Hubungan kerja dalam gig economy sangat fleksibel, pembayaran didasarkan murni atas capaian pekerjaan, bukan gaji bulanan. Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon menyampaikan gig economy masuk dalam tiga mesin pertumbuhan ekonomi yang terdiri atas manufaktur, pariwisata, dan perdagangan. Pemimpin Redaksi Warta Ekonomi Group Muhamad Ihsan, penyelenggara kegiatan ini, memaparkan sejumlah perusahan yang mengikuti kegiatan ini melibatkan digitalisasi serta pelaku gig economy dengan intensitas yang beragam.
Source: Media Indonesia January 01, 2026 01:51 UTC