Dia bahkan melakukan penelitian manfaat Lidah Mertua untuk penetralisir udara secara alamiah. Dia menjelaskan, Lidah Mertua ditanam dengan skema tanam hidrogel, agar akarnya mampu menurunkan kadar karbondioksida (CO2) di sekitarnya. Selanjutnya, Nissa menuturkan, memilih Lidah Mertua karena tanaman ini kuat di kondisi kering dan tidak perlu disiram setiap hari layaknya tanaman lain. Selain itu, Lidah Mertua menjadi salah satu tanaman teruji NASA yang menjadi tanaman terbaik untuk menetralistirkan udara. Sementara itu, untuk mengetahui apakah udara di sekitar tanaman Lidah Mertua sudah bersih, Nissa menuturkan, dapat dipastikan dengan menempelkan sensor pada alat peraganya.
Source: Suara Pembaruan November 27, 2019 06:56 UTC