Kebuntuan politik di ibu kota Juba melatari gelombang pertumpahan darah di sejumlah wilayah di Sudan Selatan. Situasi di Sudan Selatan termasuk agenda pembahasan Dewan Keamanan PBB pada Kamis (11/03). Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jendral Antonio Guterres, mewanti-wanti "pertumpahan darah kronis, cuaca ekstrem, dan dampak ekonomi dari pandemi menempatkan tujuh juta orang dalam ancaman kelaparan akut." Uang itu dibutuhkan guna mencegah bencana kelaparan berturut-turut yang mengancam 34 juta penduduk di tiga negara, termasuk Sudan Selatan. Jumat (12/03) Dewan Keamanan PBB memperpanjang mandat pasukan penjaga perdamaian PBB di Sudan Selatan selama setahun.
Source: Koran Tempo March 13, 2021 08:15 UTC