Menteri Keuangan Sri Mulyani membacakan pandangan akhir Pemerintah atas RUU tentang APBN saat rapat paripurna ke-6 masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 29 September 2020. TEMPO/M Taufan RengganisTEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan utang pemerintah bertambah karena membengkaknya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara bertujuan untuk membantu rakyat dan menangani pandemi Covid-19. Hal itu merespons pertanyaan beberapa anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat soal utang. "Ini saya ingatkan kembali kenapa ada tambahan utang, karena defisit yang melebar, pertama untuk membantu rakyat, menangani Covid-19, dan membantu dunia usaha terutama UMKM," kata Sri Mulyani dalam rapat virtual dengan komisi XI DPR, Rabu, 27 Januari 2021. Semula, kata Sri Mulyani, APBN 2020 awal didesain dengan defisit 1,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dengan keseimbangan primer hanya Rp 12 triliun atau hampir balance.
Source: Koran Tempo January 27, 2021 11:57 UTC