REPUBLIKA.CO.ID, MOGADHISHU— Somalia memutuskan membatalkan semua perjanjian yang telah ditandatangani dengan Uni Emirat Arab, sebagai tanggapan atas langkah-langkah yang diambil Abu Dhabi yang "merusak kedaulatan, persatuan, dan kemerdekaan negara," menurut pernyataan Dewan Menteri Somalia. Dikutip Aljazeera, Selasa (13/1/2026), pernyataan tersebut menjelaskan bahwa Dewan Menteri telah mengakhiri semua perjanjian dengan pemerintah Uni Emirat Arab, termasuk lembaga pemerintah dan entitas terkait, serta administrasi regional di dalam negeri. Somalia menegaskan tindakan tersebut melanggar prinsip kedaulatan, non-intervensi dalam urusan dalam negeri, dan penghormatan terhadap sistem konstitusional negara. Perjanjian tersebut juga memuat ketentuan yang memungkinkan UEA menggunakan pelabuhan dan bandara Somalia, termasuk mendirikan pangkalan militer. Kabinet Somalia telah menyetujui perjanjian keamanan tersebut pada 6 Februari 2023, sebuah langkah yang masih menjadi perdebatan luas di kalangan politik dan opini publik Somalia.
Source: Republika January 13, 2026 05:35 UTC