KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 membuat slow tourism atau slow travel, perjalanan wisata yang tidak terburu-buru dan lebih santai, diprediksi akan lebih digemari oleh wisatawan. Tapi ada pergeseran kebiasaan melancong dari yang tadinya mungkin mass tourism jadi slow tourism,” ujarnya. Baca juga: Jalan-jalan dengan Jogja Camper Van, Bisa Kemah di Pinggir PantaiMenurut Hera, slow tourism tidak menawarkan stres yang dapat dirasa oleh wisatawan sehingga mereka bisa berwisata dengan lebih santai. Sementara untuk slow tourism, lanjut Hera, wisatawan tidak perlu merasa seperti harus mengejar target saat berada di destinasi wisata. Dalam melakukan slow tourism, meski tempat wisata yang dikunjungi tidak sebanyak yang termasuk dalam paket wisata, namun para pelancong dapat merasa lebih santai.
Source: Kompas January 27, 2021 10:18 UTC