REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk mengantisipasi skenario buruk imbas perang di kawasan Teluk. Hal itu membuka peluang defisit APBN terhadap PDB dapat melampaui angka tiga persen. Menurut Airlangga, jika perang di kawasan tersebut berlanjut, yang berimbas pada naiknya harga minyak mentah dunia, defisit APBN tiga persen sulit untuk dipertahankan. Dia kemudian memberi penjelasan penetapan perppu saat masa pandemi Covid-19. Dari tiga skenario itu, skenario terburuknya Menko Airlangga memproyeksikan defisit APBN dapat melampaui angka 4 persen.
Source: Republika March 15, 2026 03:47 UTC