Menurutnya, berdasarkan statistik, gempa bermagnitudo 5,6 itu tidak banyak menimbulkan retakan permukaan atau surface rupture. Di lokasi, tim ITB tidak menemukan retakan permukaan yang jelas. Dari temuan tim di Cianjur, retakan belum ditemukan sebagai garis patahan atau sesar penyebab gempa. Selain itu BMKG menemukan fakta-fakta retakan dari pergeseran permukaan tanah.Temuan itu menjadi dasar kuat BMKG bahwa sesar yang memicu gempa Cianjur adalah dextral strike slip atau pergeseran menganan. Baca:Peneliti BRIN Sebut Pengosongan dari Sesar Gempa Cianjur BerlebihanSelalu update info terkini.
Source: Koran Tempo December 09, 2022 11:02 UTC