Polisi Prancis berjaga di sekitar markas besar polisi di Paris pasca insiden serangan senjata tajam pada Kamis, 3 Oktober 2019. ReutersTEMPO.CO, Paris – Seorang asisten teknologi informasi di markas besar kepolisian di Paris, Prancis, menyerang rekannya dengan pisau dan menewaskan empat orang sebelum akhirnya ditembak mati. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan dia menghabiskan waktu dua jam di mabes polisi untuk menunjukkan dukungannya. “Hari ini siang hari di Prancis, sebuah drama terjadi,” kata Macron pada Kamis, 3 Oktober 2019 di sebuah acara dengan pemilih di Prancis selatan, seperti dilansir Reuters. Menurut Menteri Dalam Negeri Prancis, Christophe Castaner, pelaku bekerja di divisi teknologi informasi dan mengenal rekan-rekannya sejak beberapa waktu lalu.
Source: Koran Tempo October 04, 2019 06:00 UTC