REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketegangan diplomatik antara Iran dan Jerman kembali mengemuka ketika Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melancarkan serangan verbal keras terhadap Kanselir Jerman Friedrich Merz. Melalui platform X, Araghchi tidak hanya mengkritik kebijakan Merz, tetapi juga menyerang karakter pribadi sang kanselir. Ia menyebut Merz memiliki “naivitas politik” dan “karakter yang menjijikkan,” serta menyesalkan fakta bahwa Merz kini menjabat sebagai Kanselir Jerman. Kritik itu secara khusus diarahkan pada peran Jerman bersama Prancis dan Inggris, kelompok yang dikenal sebagai E3, dalam perundingan program nuklir Iran. Merz menyampaikan pandangan itu sebagai pembenaran atas perlunya tekanan politik dan diplomatik yang lebih keras terhadap Teheran.
Source: Republika February 06, 2026 05:27 UTC