REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN --Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Senin (6/4/2026), mengumumkan, bahwa Angkatan Laut dan Angkatan Udara telah melaksanakan serangkaian operasi gabungan. Operasi ini berdampak luas terhadap basis komando, operasional, logistik, serta infrastruktur militer-industri milik AS dan Israel. Dikutip dari Tasnim News, operasi besar-besaran ini pun memaksa kapal serbu amfibi Angkatan Laut AS LHA-7 untuk mundur. Pada tahap pertama operasi, pasukan angkatan laut IRGC menargetkan secara presisi kapal kargo Israel SDN7 dengan rudal jelajah, yang kemudian terbakar hebat setelah dihancurkan. IRGC juga menyatakan bahwa kapal serbu amfibi milik militer AS LHA-7, yang membawa lebih dari 5.000 pelaut dan Marinir serta dilengkapi helikopter, turut menjadi sasaran serangan cepat rudal Iran.
Source: Republika April 07, 2026 00:30 UTC