Sabtu, 05 November 2016 | 14:31 WIBTEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan satu korban meninggal dalam unjuk rasa 4 November di Jakarta karena penyakit asma. "Hasil dari penjelasan tim medis sementara yang bersangkutan memiliki riwayat asma," kata Boy dalam keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu, 5 November 2016. Pasalnya, gas air mata bisa menimbulkan efek beragam pada setiap orang, termasuk sesak napas. "Efek gas air mata itu bermacam-macam, tentunya nanti medis yang bisa lebih menjelaskan asal mulanya (penyebab)," katanya. Polisi yang ingin memecah konsentrasi massa pun akhirnya melontarkan gas air mata.
Source: Koran Tempo November 05, 2016 07:29 UTC