TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah menilai Indonesia harus bersiap mengantisipasi ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran karena dapat menambah beban laju pertumbuhan ekonomi nasional. Indonesia harus bersiap menerima ketidakpastian baru," ujar Rusli seperti dikutip Antara, Selasa, 7 Januari 2020. Menurut dia, konflik AS-Iran dapat menjadi perang terbuka di kawasan Timur Tengah yang akhirnya mendorong harga komoditas, terutama minyak dunia melonjak. Secara terpisah, Pendiri LBP Institute, Lucky Bayu Purnomo menambahkan pemerintah disarankan untuk melakukan restrukturisasi utang, karena mayoritas utang Indonesia dalam bentuk dolar AS. "Jika harga minyak naik maka potensi dolar AS menguat juga terbuka karena sifat transaksi minyak yang menggunakan dolar AS," katanya.
Source: Koran Tempo January 07, 2020 21:10 UTC