REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Turki dan Pakistan menentang penggunaan 'bahasa keras' dalam pernyataan diplomatik untuk mengutuk Iran pada pertemuan para menteri luar negeri Arab dan Muslim di Riyadh pekan lalu. Dalam pertemuan itu menurut sumber pejabat Barat kepada MEE, Arab Saudi secara khusus mendesak kecaman keras terhadap Iran yang telah menembakkan ratusan rudal dan drone ke kerajaan tersebut sebagai tanggapan terhadap perang AS-Israel terhadap Republik Islam. “Turki dan Pakistan tidak yakin untuk mengutuk Iran sampai rudal mulai 'berterbangan' di atas kepala,” kata pejabat Barat itu kepada MEE, merujuk pada serangan yang menargetkan Arab Saudi. Turki baru dibujuk untuk menyetujui bahasa dalam pernyataan tersebut setelah serangan drone dan rudal Iran di Riyadh. Sikap masing-masingPerbedaan antara negara-negara tersebut tidak berarti adanya perselisihan serius, tetapi menunjukkan bagaimana perang AS-Israel di Iran berdampak ke sikap berbeda pada setiap negara.
Source: Republika March 25, 2026 15:11 UTC