FAJAR.CO.ID, MOSKOW -- Dalam pengawasan Presiden Vladimir Putin, Militer Rusia telah melakukan simulasi serangan nuklir beberapa jam setelah majelis tinggi parlemen memutuskan untuk membatalkan ratifikasi larangan uji coba nuklir global yang diratifikasi negara tersebut. RUU untuk mengakhiri ratifikasi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif, yang disetujui di majelis rendah pekan lalu, kini akan dikirim ke Putin untuk persetujuan akhir. Dilansir dari The Guardian, Kamis (26/10), Putin mengatakan bahwa pencabutan ratifikasi Rusia pada tahun 2000 akan mencerminkan sikap AS, yang menandatangani namun tidak meratifikasi larangan uji coba nuklir tersebut. Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengatakan tujuan latihan ini adalah untuk melatih menangani serangan nuklir besar-besaran dengan kekuatan ofensif strategis sebagai respons terhadap serangan nuklir musuh. Perjanjian larangan uji coba yang diadopsi pada tahun 1996, melarang semua ledakan nuklir di mana pun di dunia, namun perjanjian tersebut tidak pernah dilaksanakan sepenuhnya.
Source: Jawa Pos October 26, 2023 10:16 UTC