REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu (4/2/2026), bergerak melemah sembilan poin atau 0,05 persen menjadi Rp 16.763 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.754 per dolar AS. Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan kurs rupiah berpotensi melemah terbatas seiring antisipasi investor terhadap serentetan data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan Indonesia yang akan dirilis. “Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas terhadap dolar AS. Mengutip Xinhua, Biro Statistik Tenaga Kerja AS telah mengumumkan laporan NFP Januari 2026 yang semula dijadwalkan pada Jumat (6/2) ditunda tanpa batas waktu seiring penutupan sebagian pemerintahan AS yang tengah berlangsung. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp 16.700 hingga Rp 16.850 per dolar AS.
Source: Republika February 04, 2026 08:40 UTC