Rakit tersebut kemudian diangkat ke atas dua buah perahu kecil dan langsung dibawa ke tengah lautan. “ Tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun, sejak generasi pertama di masyarakat sini,” kata seorang Tokoh Adat, Muslim Mumin, Senin (4/12/2017). Setelah tiba di tengah lautan, rakit bahtera berisi sesajen tersebut kemudian diangkat dan disimpan di atas lautan. Menurut Hasanudin, nama Kelurahan Bone-bone di Kota Baubau ini berasal dari nama Kabupaten Bone, di Sulawesi Selatan, daerah asal dari Andi Mamuju. Usai memanjatkan doa di kuburan tersebut, masyarakat nelayan Kelurahan Bone-bone kemudian pulang ke rumah.
Source: Kompas December 05, 2017 02:26 UTC