Misalnya, bunga, ukiran kayu, patung, dan berbagai barang sejenis. Pria yang tidak disebutkan namanya tersebut ’’mempercantik’’ rumahnya dengan puluhan ranjau darat dan berbagai amunisi tua lainnya yang masih aktif. ’’Sekitar 30 amunisi yang belum meledak digantung di pohon asam,’’ ujar Khen Srieng, petugas Pusat Aksi Ranjau Kamboja, sebagaimana dikutip AP. Dia menceritakan bahwa bahan peledak itu merupakan peninggalan perang sipil tiga dekade lalu. Namun, setelah pemerintah melarang jual beli ranjau darat, dia tidak tahu barang temuannya diapakan.
Source: Jawa Pos June 14, 2020 06:33 UTC