Sebab jika mengikuti pendapat Amerika dan negara-negara barat lainnya, tentu saja Indonesia harus berkomitmen untuk tidak mengundang Vladimir Putin dalam pertemuan ekonomi tingkat dunia tersebut, sebab danggap penjahat perang dan pelanggar hak asasi kemanusiaan. Sementara disisi lain, jika Indonesia tidak mengundang Putin, pastinya sangat kikuk bersikap, terutama terhadap China. Tentang Rusia: Indonesia ewuh pakewuhIndonesia salah tingkah, antara mengundang Rusia atau tidak, serba ewuh pakewuh, seperti peribahasa memakan buah simalakama, mengundang tapi tidak enak bersikap pada Amerika dan sekutunya. Namun jika tidak mengundang, juga tidak enak bersikap pada Rusia, apalagi bila dikaitkan dengan "sungkanisasi" terhadap China yang menghendaki Rusia hadir. Jika saat ini terasa kikuk saat harus bersikap dalam pertemuan G20, maka ke depannya akan berpengaruh pada hal-hal lainnya.
Source: Koran Tempo March 25, 2022 21:25 UTC