Antara)PRAKTISI hukum dan kolumnis, Agus Widjajanto, menyoroti keterkaitan antara kasus kekerasan yang menimpa tokoh kritis dengan potensi dinamika yang lebih luas terkait stabilitas keamanan nasional. Strategi yang digunakan kini beralih pada pembentukan opini publik, framing media, hingga eksploitasi isu-isu sensitif seperti pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Baca juga : Kontras Desak Usut Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Andrie YunusLebih lanjut, ia menyoroti adanya indikasi framing yang cenderung mendiskreditkan institusi strategis seperti TNI. Narasi dapat dibentuk melalui berbagai kanal, mulai dari media massa hingga platform digital, untuk memengaruhi persepsi publik secara luas dan cepat. Pernyataan tersebut memperkuat pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai bentuk provokasi yang dapat memengaruhi persepsi publik di tengah situasi global yang dinamis.
Source: Media Indonesia April 01, 2026 16:41 UTC