REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Polisi terus mendalami dan menginterogasi IAH (18), pelaku teror bom dan serangan pastor di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Medan. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku melakukan hal tersebut karena terinspirasi dari teror di Prancis beberapa waktu lalu. Menurut Mardiaz, dari hasil penggeledahan di rumahnya, polisi menemukan coret-coretan tangan milik pelaku. Terkait ransel tersangka yang diduga sebagai tempat meletakkan bom di dalamnya, Mardiaz mengaku masih dalam proses analisis tim labfor. "Tersangka disangkakan pasal terorisme, kemudian Undang-undang darurat dan juga Pasal 340 dan Pasal 338," kata Mardiaz.
Source: Republika August 29, 2016 03:11 UTC