Perubahan itu berpengaruh terhadap preferensi pemilih muda terhadap pemimpin dari sosok merakyat dan sederhana pada 2019 menjadi jujur dan antikorupsi pada 2022. "Hampir 60 persen dari total populasi pemilih adalah pemilih muda berusia 17-39 tahun. Angka estimasi pemilih muda 58,34 persen, sedangkan pemilih di atas 40 tahun angkanya sekitar 41,66 persen. Walau pemilih muda penting dalam mencari suara, pemilih muda ini harus terpengaruh dan diperhatikan dalam konteks membuat kebijakan. Proporsi pemilih muda dengan kelompok usia 17-39 mendekati 60 persen atau setara 114 juta pemilih.
Source: Republika March 14, 2023 17:27 UTC