Selain risiko pasokan, perang juga berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia yang pada akhirnya membebani anggaran subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Data menunjukkan, alokasi subsidi energi Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, subsidi energi tercatat Rp 131,5 triliun, meningkat dari Rp 95,7 triliun pada 2020. Sementara itu, pada 2024, lanjutnya, alokasi subsidi energi mencapai Rp 203,4 triliun, dengan Rp 114 triliun dialokasikan untuk subsidi BBM dan LPG 3 kilogram. “Dalam RAPBN 2026, pemerintah kembali mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp 210,06 triliun, termasuk Rp 105,4 triliun untuk subsidi BBM dan LPG,” katanya.
Source: Republika April 01, 2026 19:31 UTC