TEMPO/Wisnu Agung PrasetyoTEMPO.CO, Tulungagung - Perajin cangkul di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, belum terpengaruh kebijakan pemerintah yang membuka keran impor cangkul dari Cina demi memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Ia mengaku belum tahu-menahu kebijakan cangkul impor dari Cina yang mulai ramai di media. Hendri, perajin besi lainnya, mengatakan cangkul buatannya lebih bermutu dibanding cangkul impor. "Struktur tanah di Jawa padat, diperlukan cangkul yang terbuat dari besi baja," katanya. Para perajin memproduksi dua jenis cangkul meliputi cangkul dengan ukuran 18 x 28 sentimeter dan cangkul ukuran 19 x 29 sentimeter.
Source: Koran Tempo November 06, 2016 09:22 UTC