Rupiah konsisten di level 17 ribu per dolar AS sejak awal pekan ini, bahkan sempat teperosok ke level 17.100 per dolar AS. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyatakan pelemahan nilai tukar ini sangat berdampak negatif bagi pelaku usaha. Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca IklanMenurut Shinta, pelemahan rupiah berdampak pada kenaikan inflasi yang disebabkan kenaikan biaya produksi alias cost push inflation. Saat dolar menguat, biaya impor akan meningkat. Selain itu, dampak lainnya dari pelemahan rupiah adalah perusahaan semakin sulit menciptakan arus kas atau cash flow untuk mempertahankan volume produksi yang ada.
Source: Koran Tempo April 09, 2026 18:57 UTC